30 Kesalahan Dalam Shalat

"Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu."
(HR. An Nasa'I : 463)

Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa memubat amalan shalatnya tidak sempurna.
kami akan paparkan kesalahan yang sering terjadi dalam shalat.

1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan

Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah عزوجل ,
, "Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman". (QS. An-Nisa : 103)


2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki

Rasullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Barang siapa yang mendengar panggilan (azan) kemudina tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan". (HR. Ibnu Majah Shahih) Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan. "Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah."

3. Tidak tuma'minah dalam shalat
Makna tuma'minah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam ruku'.i'tidal,sujud dan duduk diantara dua sujud. Dia harus ada pada posisitersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada tempatnya yang sesuai. Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat, sampai dia seleasi tuma'ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar, "Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat."

4. Tidak khusu' dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya.

Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah megnerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya. " (HR. Abu Dawud, Shahih) mereka tidak mendapat pahala shlatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusyu'an dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam shalat.

5. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya.

Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat. Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rakaat shalat. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku' maka ruku'lah dan jangan ruku' sampai imam ruku' ". (HR. Bukhari)

6. Berdiri untuk melngkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan

Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jangan mendahuluiku dalam ruku', sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)". Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya). Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.

7. Melafadzkan niat.

Tidak ada keterangan dari nabi صلى الله عليه وسلم maupun dari para sahabat bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan dalam Zadul-Ma'ad "Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم berdiri untuk shalat beliau mengucapkan "Allahu Akbar", dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau صلى الله عليه وسلم juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.

8. Membaca Al-Qur'an dalam ruku' atau selama sujud.

Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur'an selama ruku' atau dalam sujud." (HR. Muslim)

9. Memandang keatas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi". (HR. Muslim)

10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun.
Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, bahwa ia berkata, "Aku berkata kepada Rasulallah صلى الله عليه وسلم tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, "Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya". (HR. Bukhari)

11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat.
Sabda Rasulallah صلى الله عليه وسلم, "Allah tidak menerima shalat wania yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)". (HR. Ahmad)

12. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum'at.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu". (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنه : "Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulallah صلى الله عليه وسلم sedang shalat bersama orang –orang Mina menghadap kedinding. Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya". (HR. Al-Jamaah). Ibnu Abdil Barr berkata, "Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa'id yang berbunyi "Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya". (Fathul Bari: 1/572)

13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud.
Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.

14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya.
Hal ini mengurangi kekhusyu'an. Rasulallah صلى الله عليه وسلم melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu'an, Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)

15. Menutup mata tanpa alasan
Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, "Menutup mata buka dari sunnah rasul صلى الله عليه وسلم". Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu'an shalat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornament dsn sebagainya disekitar orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka dipoerbolehkan menutup mata. Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini. Wallahu A'lam.

16. Makan atau minum atau tertawa.
"Para ulama berkesimpulan oragn yang shalat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.

17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya.
Ibnu Taimuiyah menyatakan, "Siapapun yang membaca Al-Qur'an dan orang lain sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras karean akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi صلى الله عليه وسلم pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika merika shalat ashar dan Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, "Hai manusia setip kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian".

18. Menyela di antara orang yang sedang shalat.
Perbuatan ini teralarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada. Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal ini di perbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jama'ah shalat Jum'at, hal ini betul-betul dilarang. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda tentang merka yang melintasi batas shalat, "Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang".

19. Tidak meluruskan shaf.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar" (HR. Bukhari dan Muslim).

20. Mengangkat kaki dalam sujud.
Hal ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, "Nabi صلى الله عليه وسلم telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki." Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadao kiblat. Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai. Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar. Sepanjang dia lakukanutu dalam sujud.

21. Melatakkan tangan kiri dia atas tangan kanan dan memposisikannya di leher.
Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi صلى الله عليه وسلم meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau. Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya. Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.

22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota tubuh(seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki).
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki". (HR. Muslim)

23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat.
Ini adala perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat. Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu'bah budak Ibnu Abbas yang berkata, "Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku." Selesai shalat di berkata, "Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu!, karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!".

24. Membunyikan dan mepermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم , "Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk waktu shalat." (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)

25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak.
Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Qur'an dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم "Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur'an" (HR. Muslim)

26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jangan biarkan perrempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita." (HR. Muslim)

27. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa.
Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.

28. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil melebihi mata kaki).
Banyak hadits rasulallah صلى الله عليه وسلم yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya :
A. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : sesungguhnya allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakain sarung dengan cara musbil." (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638)
B. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : Allah عزوجل tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai kebawah (musbil) dengan perasaan sombong." (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)
C. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : "Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka." (HR.Bukhari : 5887)

29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم berabda, "Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu." (HR. Muslim : 532)

30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas).
Nabi صلى الله عليه وسلم melarang perbuatan tersebut seraya bersabda : "Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya. (Shahih Al-Jami' : 650)
Inilah contoh perbuatan beliau صلى الله عليه وسلم "Apabila beliau صلى الله عليه وسلم shalat di temapt terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat bermakmum di belakangnya. Beliau صلى الله عليه وسلم tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah tresebut." Shifat Shalat Nabi صلى الله عليه وسلم, karya Al-Albani (hal : 55)

Dirangkum dari
"40 Kesalahan Shalat oleh Syaikh Muhammad Jibrin & Al Qaulu Mubin fi Akhthail Mushallin, Syaikh Mansyhur Hasan Salman.
Dan Diterbikan Oleh Al-Amin Publising

21 komentar:

  1. Waah saya baru tahu mas.. no 15 itu.. justru saya lebih sering menutup mata jika ingin lebih khusu baik saat sembahyang atau saat berdoa... gimana nih... coba postingkan khusus ttg ini ya

    BalasHapus
  2. Makasih atas pencerahannya ya.. kadang kita sulit untuk bisa khusu dalam sembahyang ini.. itu yg saya rasakan mas..

    BalasHapus
  3. untuk link tea :
    berdoa kepada allah agar kita bisa khusu' dalam shalat.

    untuk saung web :
    kita harus belajar agar saat shalat kita tidak merem
    agar kita mendapatkan pahala karena mengikuti sunnah rasul
    dan berdoa agar bisa khusu' dalam shalat

    BalasHapus
  4. Saya kadang masih suka menunda sholat, kurang dalam hal berjama'ah, dan yang paling sulit adalah untuk khusu'...

    Tapi saya terus berusaha untuk memperbaiki ibadah sholat saya...

    Terima kasih atas ilmunya yang telah bersedia dibagikan...

    BalasHapus
  5. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (QS. Al-Ma'uun : 4)

    (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (QS. Al-Ma'uun : 5)

    Salah satu orang yang lalai adalah menunda waktu shalat,

    untuk Khusu'
    kita berusaha untuk memahami apa yang kita baca dalam shalat.
    semoga allah memberikan kemudahan untuk antum dalam beribadah

    BalasHapus
  6. assalamuallaikum wr wb.
    Terimakasih atas infonya... insya allah bermanfaat buat saya, sekalian mau nanya.. menggerakkan jari telunjuk saat tahiyat awal dan akhir apakah merupakan rukun dalam shalat, mohon infonya dan referensinya yg shahih?

    BalasHapus
  7. sepengetahuan ana menggerakan jari adalah yang beliau lakukukan

    dan ini dalil dari hadits

    Sahabat Waa-il bin Hujr radhiyallaHu 'anHu berkata,

    "Sungguh aku akan melihat kepada Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam
    bagaimana beliau shalat, maka aku pun melihat ketika berdiri, beliau pun
    bertakbir ... kemudian beliau duduk iftirasy di atas paha kirinya dan menjadikan
    tangannya yang kiri di atas paha dan lututnya yang kiri pula, dan meletakkan
    ujung siku tangan kanannya di atas pahanya dan beliau pun membuat lingkaran
    (dengan jari tengah dan ibu jarinya) dan beliau pun mengangkat jari
    (telunjuknya), maka aku pun melihat beliau mengerak – gerakannya sambil berdoa
    dengannya ..."

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh :

    1. Ahmad dalam Kitab al Musnad IV/318 dan telah meriwayatkan dari jalannya al
    Khathib al Baghdadi dalam Kitab al Fashlu lil Washlil Mudraj I/444.

    2. al Bukhari dalam Kitab Qurratul 'Ainain bi Raf'il Yadain Fish Shalah hal. 27
    no. 30 secara ringkas dan telah meriwayatkan dari jalannya al Khathib al
    Baghdadi dalam Kitab al Fashlu lil Washlil Mudraj I/445.

    3. Abu Dawud dalam Kitab as Sunan I/178 no. 727, Bab Raf'ul yadain fish shalah.

    4. an Nasai dalam Kitab as Sunan I/463 no. 888, Bab Maudhi'ul yamin minasy
    syimali fish shalah. Begitu pula dalam Kitab Sunanul KubraI/256 no. 873.

    5. Ibnu Hibban dalam Kitab ash Shahih, sebagaimana tercantum dalam kitab al
    Ihsan V/170-171 no. 1860.

    6. Ibnu Khuzaimah dalam Kitab as Shahih I/234 no. 480 Bab Wadh'u bathni kaffil
    yusra rusghi was sa'id jamii'an.

    7. ad Darimi dalam Kitab as Sunan I/230 no. 1357.

    8. al Baihaqi dalam Kitab Sunanul Kubra II/189 no. 2787 Bab Man rawa annahu
    asyara biha wa lam yuharrik.

    9. ath Thabrani dalam Kitab al Mu'jamul Kabir XXII no. 82 pada hadits Kulaib bin
    Syihab Abu 'Ashim al Jarami dari Waa-il bin Hujr.

    10. Ibnu Jarud dalam Kitab al Muntaqa no. 208 Bab Shifat shalatin Nabi
    ShallallaHu 'alaiHi wa sallam.

    Semuanya telah meriwayatkan hadits ini dari satu jalan, yaitu dari jalan
    Zaa-idah bin Qudamah, dari Ashim bin Kulaib, dari ayahnya (Abu Ashim), dari
    Waa-il bin Hujr.

    BalasHapus
  8. terima kasih khi, atas penjelasannya dan dgn dalil2 yang ada. insya allah semakin kuat keyakinan ana melakukannya.
    assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    BalasHapus
  9. wa'alaikum salam
    afawan ya akhi

    BalasHapus
  10. saya tambhkan beberapa lg yg se tau saya :
    1.wajid merapatkn mata kaki kanan dan kiri di saat sujud
    2.ketika akan sujud dahulukan telapak tangan menyentuh lantai dari pada lutut
    3.ruku haruslah lurus,tidaklah berat keatas atau kebwah.
    4.jangan mengembkan telapak tgn kekanan dan kekiri disaat salam terakhir shalat.
    5.tahyatul awal ataupun akhir telunjuk di luruskn disaat membaca..atahyatul mubarakatul dst..bukan disaat asyhaduallah illa ha..

    BalasHapus
  11. @3505017747426681199.0
    syukron atas tambahannya
    tapi yg no 2 jgn di bilang bahwa yg mendahulukan lutut itu salah
    karena para ulama masih memperselisihkan masalah turun untuk sujud
    wallahu a'lam

    BalasHapus
  12. kalau celananya agak kepanjangan, boleh nggak celananya dilipat?

    BalasHapus
  13. Saya lebih memilih kalau sujud selalu mendahulukan lutut berdasarkan logika, karena lutut adalah anggota tubuh terbawah dibanding telapak tangan, dan telapak tangan berfungsi menyanggah anggota badan bagian atas, terutama kepala, supaya kalau sujud tidak sepenuhnya beban kepala kelantai yang mengakibatkan jidat jadi hitam (pemahaman saya dalam mengartikan "min atsaris-sujud itu bukan bekas menghitam di jidat, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat yang shalatnya sudah pasti diatas kita, tapi tidak ada satupun yang jidatnya hitam menebal karena sujud)

    BalasHapus
  14. assalamu'alaikum
    ana izin cop-pas ya. untuk share ke teman2 nih.
    jazakallohukhoir.

    BalasHapus
  15. assalamu'alaikum
    ana izin cop-pas ya. untuk share ke teman2 nih.
    jazakallohukhoir.

    BalasHapus
  16. Terima Kasih atas pencerahannya,itu sangat membantu saya untuk menyempurnakan Shalat saya.....

    BalasHapus
  17. Buku AKHTHOUL MUSHOLLIN ini memaparkan hampir dua ratus kekeliruan dalam pelaksanaan shalat yang sering dijumpai sehari-hari, baik yang berupa perbuatan maupun ucapan. Di antaranya kekeliruan terkait cara menutup aurat; kekeliruan terkait tempat shalat; kekeliruan dalam pelaksanaan shalat dari niatnya, bacaan-bacaannya, hingga salamnya; dan kekeliruan setelah salam.

    Buku ini juga membahas kekeliruan yang kerap terjadi di masjid, dalam pelaksanaan shalat berjamaah, shalat Jum’at, dan shalat-shalat lainnya. Semuanya diterangkan secara lugas, ilmiah, dan diperkaya dengan dalil-dalil yang shahih serta rujukan tepercaya. Dan kami melengkapinya dengan beberapa gambar peraga agar bahasannya semakin mudah dipahami.

    Melalui buku ini, insya Allah, kita akan terbimbing untuk semakin memperbaiki kualitas ibadah shalat dan nilai diri kita di hadapan Allah. Sungguh, kualitas keislaman kita di hadapan-Nya tergantung pada kualitas shalat kita.

    BalasHapus
  18. Assalamu'alaikum, sebelumnya terima kasih atas ilmunya, minta izin untuk copas, edit, dan share ya..
    Syukron, jazakumullahu khoiron katsiron..
    Wassalamu,alaikum wr. wb.

    BalasHapus
  19. membaca ni membuat saya sadar betapa banyak kesalahan dalam sholat yang kerapkali saya lakukan

    BalasHapus
  20. Teman2 hati2 ya dalam beribadah..

    Karena asal hukum ibadah adalah haram sampai datang dalil perintah, jadi kita harus menunggu perintah (Qur'an & Sunnah), yang gak ada perintah jangan di lakukan..

    Lebih banyak share lagi ya min

    BalasHapus

Copyright © 2013 Artikel As-Sunnah.