Fatwa Para Ulama Sunnah Tentang Jama'ah Tabligh

FATWA Syaikh Abdur Razzq 'Afifi

Syaikh ditanya tentang khuruj Jamaah Tabligh dalam rangka mengingatkan manusia kepada keagungan Allah. Maka Syaikh berkata :

"Pada kenyataannya, sesungguhnya mereka adalah mubtadi' (orang yang membuat bid'ah) yang memutar balikkan serta pelaku tarikat (ajaran) Qadariyah dan lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah, akan tetapi di jalan Ilyas (pendiri Jamaah Tabligh-pent), mereka tidak mengajak kepada kitab dan sunnah, akan tetapi mengajak kepada Ilyas Syaikh mereka di Bangladesh.

Adapun khuruj dengan tujuan dakwah kepada Allah, itulah khuruj di jalan Allah, dan ini bukan khurujnya Jamaah Tabligh.

Saya mengetahui Jamaah Tabligh sejak zaman dahulu, mereka itu adalah pembuat bid'ah di manapun mereka berada, di Mesir, di Israil, di Amerika, di Saudi, semua mereka selalu terikat dengan syaikh mereka yaitu Ilyas".

[Fatawa dan Rasail oleh samahatu syeikh Abdur Razzaq 'Afifi (1/174)]

FATWA SYAIKH SHALIH BIN FAUZAN AL-FAUZAN

Syaikkh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan telah ditanya : "Apakah pendapat Syaikh tentang orang yang keluar (khuruj) ke luar Kerajaan Saudi untuk berdakwah, sedangkan mereka belum pernah menuntut ilmu sama sekali, dan mereka memberikan motivasi untuk itu, dan mereka elu-elukan syi'ar yang aneh, dan mendakwakan sesungguhnya siapa yang keluar di jalan Allah untuk berdakwah, maka Allah akan memberinya ilham. Mendakwakan sesungguhnya ilmu itu bukanlah syarat yang penting.

Tentu Syaikh mengetahui bahwa di luar kerajaan Saudi ini akan ditemukan aliran-aliran dan agama-agama serta pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan kepada si dai.

Tidakkah Anda melihat wahai Syaikh yang mulia, sesungguhnya orang yang keluar di jalan Allah itu harus mempunyai senjata agar bisa menghadapi masyarakat, terkhusus di timur Asia, dimana mereka memerangi / membenci pembaharu dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab? Saya mohon jawaban atas pertanyaan saya ini agar manfaatnya menyebar."

Jawaban.
Khuruj (keluar) di jalan Allah, bukanlah khuruj yang mereka maksudkan sekarang. Khuruj (keluar) di jalan Allah adalah keluar untuk berperang. Adapun apa yang mereka namakan dengan khuruj itu, sesungguhnya ini adalah bid'ah yang tidak pernah datang dari salaf.

Seorang keluar untuk berdakwah kepada Allah, tidaklah dibatasi pada hari-hari
tertentu, akan tetapi berdakwah kepada Allah sesuai dengan kesempatan dan
kemampuannya, tanpa harus terikat dengan jamaah atau terikat dengan empat puluh hari atau kurang atau lebih.

Dan begitu juga, di antara yang wajib atas seorang dai, ia haruslah mempunyai
ilmu, seseorang tidak boleh berdakwah kepada Allah sedangkan ia bodoh (tidak
berilmu), Allah berfirman :

"Artinya : Inilah jalanku, yang aku mengajak kepada Allah di atas pengetahuan"

Yaitu atas ilmu, karena seorang dai mesti mengetahui apa yang akan didakwahinya, berupa hukum-hukum yang wajib, yang sunat, yang haram dan yang makruh. Dia harus mengetahui apa itu syirik, maksiat, kekufuran, kefasikan, kemaksiatan. Dan harus mengetahui tingkat-tingkat pengingkaran, dan bagaimana cara mengingkari.

Khuruj yang menyebabkan disibukan dari menuntut ilmu adalah perkara yang batil (salah), karena menuntut ilmu itu adalah fardu (kewajiban), dan ilmu itu tidak bisa didapatkan kecuali dengan cara belajar, tidak akan didapatkan dengan cara ilham, ini merupakan khurafat sufi yang sesat, karena amal tanpa ilmu adalah kesesatan. Dan tentu meraih ilmu tanpa belajar adalah angan-angan yang salah.

[Dari kitab Tsalatsu Muhadharat fil Ilmi Wad Da'wah]

[Diterjemahkan oleh : Muhammad Elvi Syam, Dai dan Penerjemah di Islamic Dawa & Guidance Center di Hail. K.S.A, Dari kitab Tsalatsu Muhadharat fil Ilmi Wad Da'wah]

13 komentar:

  1. Ulama Sunnah tidak adil kenapa hanya Jama'ah Tablegh saja yang mendapatkan kecaman dan tudingan Bid'ah, padahal dibuku yang dkarang oleh ustad siapa namanya yaa. Bahwa seluruh ULAMA di ORMAS ISLAM di Indonesia ibadahnya Bid'ah

    BalasHapus
  2. @417606842912918683.0
    Siapa bilang ulama sunnah cuma membahas tentang jamaah tablig.
    banyak para ulama sunnah membahas masalah firqoh sesat dan menyesatkan anda mestinya baca dulu.
    memang ana sebagai admin baru memasukan firqoh jamaah tablig di blog ana tapi bukan berarti cuma ini yang di bahas oleh para ulama banyak sekali.

    BalasHapus
  3. @Admin
    wahai para ustaz.. fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan !!!!! sudah banyak orang yang kembali dari perbuatan maksiat kepada perbuatan Ibadah karena da'wahnya jamaah tabligh, sedangkan da'wah anda lebih banyak membawa kebencian dan dari pada menaruh simpati... apakah Rasulullah SAW cara da'wahnya membawa kebencian ??? seorang penjahat, pemabuk, penjudi seperti Umar R.A bisa kejalan Hidayah.. itu karena Rasulullah S.A.W da'wah agar semua manusia menyembah ALLAH SWT. sedangkan anda para ustaz sok suci... menganggap jamaah tabligh yang mengajak Manusia menyembah Allah S.W.T kalian anggap sesat... siapakah yang sesat wahai ustaz !!!!!!!!!!! ALLAH SWT yang berhak semuanya apakah amalan kalian di terima atau tidak bukan FATWA KALIAN YANG KEJAM !!!!!!!!!!

    BalasHapus
  4. @Admin
    wahai para ustaz.. fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan !!!!! sudah banyak orang yang kembali dari perbuatan maksiat kepada perbuatan Ibadah karena da'wahnya jamaah tabligh, sedangkan da'wah anda lebih banyak membawa kebencian dan dari pada menaruh simpati... apakah Rasulullah SAW cara da'wahnya membawa kebencian ??? seorang penjahat, pemabuk, penjudi seperti Umar R.A bisa kejalan Hidayah.. itu karena Rasulullah S.A.W da'wah agar semua manusia menyembah ALLAH SWT. sedangkan anda para ustaz sok suci... menganggap jamaah tabligh yang mengajak Manusia menyembah Allah S.W.T kalian anggap sesat... siapakah yang sesat wahai ustaz !!!!!!!!!!! ALLAH SWT yang berhak semuanya apakah amalan kalian di terima atau tidak bukan FATWA KALIAN YANG KEJAM !!!!!!!!!!

    BalasHapus
  5. @5578024992462352855.0
    wahai saudaraku jgnlah km berkata kasar karena itu perbuatan yg tercela

    saya ingin bertanya
    apakah anda tahu ajaran jama'ah tablig

    dan anda sudah baca fatwa para ulama yang di kenal oleh semua orang di seluruh dunia apakah anda tidak percaya

    jamaah tablig tidak mementingkan ilmu tapi mementing kan berdakwah padahal poko dari dakwah adalah ilmu
    saya sudah bnyak melihat sikap orang jamah tablig tidak tahu tentang fikih, tahuid, dan ilmu lainnya
    tapi yg di penting dari mreka adalah dakwah

    dakwah yg seperti ini bukanlah dakwah yg di ajarkan kepada rasulullah salallahu alaihi wasalam

    BalasHapus
  6. menggelikan, menyebut-nyebut diri sebagai ulama sunnah... hahahaha.... siapa yg mematok kalian sebagai ulama sunnah? seolah-olah ulama lain tidak sunnah? ini keawaman yg menggelikan

    BalasHapus
  7. @8410682498372645511.0
    memang banar mereka ulama sunnah
    karena mereka memegang sunnah rausul shalallahu 'alaihiwasalam
    dan berjaung untuk menegakannya

    BalasHapus
  8. Ngakunya ulama sunnah tetapi banyak bertentangan dengan sunnah

    BalasHapus
  9. sapa cakap org y ikut jemaah tabligh tu x de ilmu???dr pemerhatian saya..ada je arkitek,engineer,guru,doktor,akauntan....tentang ilmu tauhid,feqah,sirah,akhlak,...mereka belajar..melalui ust2 dimasjid...dan pelbagai cara lagi...ada jugak anak mereka dihantar ke pengajian alim..selama 8 tahun...sapa cakap jemaah tabligh hanya berpegang kpd kata kata Ilyas???kalau macam tu..jemaah PAS pun bidaah jugak..sebab apa apa pun mereka kembali kpd Tuan Guru Nik Aziz...Baru-baru ini jiran saya keluar jemaah 2 bulan ke Cape Town...disana mereka telah mangISLAMkan 7 orang bukan Islam...tentang sembahyang berjemaah pulak...merekan sembahyang d masjid..kadang saya tengok kawan saya sendiri...waktu azan maghrib tengah berfacebook lagi...tengah main bola...kalau bukan kita yang mengimarahkan masjid siapa lagi???pak cik saudara saya dulu kuat merokok...sehari 4 kotak..tapi Alhamdulillah..sekarangt sudah berhenti terus...BERFIKIRLAH...janagn sewenang-wenangnya melnotarkan tuduhan terhadap orang yang membantu agama Allah...Ya..kita dituntut utk menuntut ilmu..tapi berapa ramai hari ini org menuntut ilmu tapi x diamalkan...Dalam Tabligh kita belajar sunah-sunah nabi contohnya..adab ,makan..guna jari..terbukti denagn kajian DR Jamnul Azhar Mulkan..sunnah ini memudahkan pengahadaman kerana terdapat enzyme...banyak lagi kebaikan yang dapat...mana lebih baik isap rokok,merempit,tonton vcd lucah@@solat berjemaah...n menagajk manusia kpd amr bilma'ruf dan nahi mungkar??sabda Rasulullah..""BALLIGU ANNI WALAU AAYAH""makan Maulana Ilyas dikubukan sebelah makan Rsulullah..di zaman fahsya' dan mungkar ini selepas kewafatan Rasulullah...para sahabat...siapa t6 harus kita ikut???ALQURAN n ASSUNNAH..DAN PARA ALIM ULAMA''...

    BalasHapus
  10. assalamualaikum... fatwa ulama jika benar maka dua ganjarannya.. jika salah maka satu ganjarannya. tiada yang kejam. usah meraung tetapi bermuhasabah sehingga tampilnya fatwa mengharuskan kaedah dan perlaksanaannya.

    BalasHapus
  11. makanya jangan ngomong soal jemaah tabligh klo anda masih berada dalama salafi (salah fikiran)..hahaha
    keluarlah dulu,khuruj fisabilillah..minimal 3 hari biar anda paham soal jemaah tabligh..

    BalasHapus
  12. Syaikh muhammad zakariya rahimahullah berkata, “ Sebenarnya, bila orang yang mengkritik itu menyampaikan kritikannya dengan cara yang baik, kritikan itu akan menjadi rahmat yang mendatangkan kebaikan. Namun, jika sebaliknya, justru akan menimbulkan kekacauan dan kebinasaan.”

    Syaikh Muhammad zakariya berkata, sesungguhnya, kritikan-kritikan itu telah datang sejak masa hidup syaikh Muhammad ilyas rah dan saya selalu berusaha menjelaskan dan menghilangkan kesalahpahaman tersebut. Sehingga, saya menulis lebih dari seribu surat kepada orang-orang yang masih menaruh keraguan. Namun, sebenarnya, di sepanjang sejarah, setiap jamaah atau kelompok manapun tidak akan terlepas dari kritikan dan penentangan. Kemudian yang sangat disayangkan adalah bahwa agaknya, para pengkritik itu tidak pernah datang ke markas nizhamuddin di delhi atau ke raiwind, Lahore Pakistan, Mereka tidak mengetahui dengan sebenarnya kegiatan disana.”

    Syaikh Muhammad zakariya rah berkata, “Saya tidak ingin mengemukakan pendapat semua ulama besar di kalangan umat ini, karena tentunya memerlukan waktu yang banyak dan harus ditulis ribuan halaman, Karena ulama yang mendukung usaha ini bukan saja ratusan, tetapi ribuan ulama yang langsung membantu usaha ini. Kalaupun ada ulama yang berkomentar negatif, jumlahnya sangat sedikit. Itupun disebabkan mereka tidak mengetahui atau belum melihat secara langsung usaha dakwah ini. Padahal, yang disebut pendapat ilmiah tidak cukup hanya berdasarkan “Katanya”. Tetapi, haruslah berdasarkan penyelidikan yang kongkret dan mendalam.”

    BalasHapus
  13. alangkah indahnya jika jemaah tabligh & salafi bs bersatu dlm dakwah...cara salafi mmg bgs dlm berdakwah melalui majelis2 ilmu,, namun apakah itu bs menjangkau org2 yg bermaksiat di tempat maksiat...jemaah tabligh yg mendatangi mereka,, tdk langsung mengajari syarat2 & hukum islam,, cukup dulu agar mrk sholat...bs kh org2 sprti mrk lgsung dijejali dgn ilmu,, sy rasa agak susah...malah mgkn mrk akan m'ngira islam itu susah...
    sdhlah saudaraku yg salafi,, jgnlah krn mengaggap dri sdh berilmu m'jadikan dari anda yg sdh paling benar,, krn sy yakin,, seperti halnya kalian(salafi),, kami jg takut akan neraka...

    BalasHapus

Copyright © 2013 Artikel As-Sunnah.