Apakah Matahari Mengelilingi Bumi ?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: "Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?".

Jawaban.
"Dhahirnya dalil-dalil syar'i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.

[1]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.

"Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," [Al Baqarah : 258]

Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman juga tentang Ibrahim.

"Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: 'Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar', maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.'" [Al-An'am : 78]

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: "Ketika bumi itu hilang darinya".

[3]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu." [Al-Kahfi : 17]

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: "gua mereka condong darinya(matahari)". Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya "(condong) dan menjauhi mereka)".

[4]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." [Al-Anbiya' : 33]

Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:"Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal". Penjelasan itu terkenal darinya.

[5]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat," [Al-A'raf : 54]

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

[6]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman

"Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." [Az Zumar : 5]

FirmanNya: "Menutupkan malam atau siang" artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: "Dia menutupkan bumi atas malam dan siang". Dan firmanNya: "matahari dan bulan, semuanya berjalan", menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

[7]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya," [Asy-Syam : 1-2]

Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.

[8]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman

"Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa-Siin : 37-40]

Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.

[9]. Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.

"Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?" Dia menjawab: "Allah dan RasulNya lebih tahu". Beliau bersabda: "Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: "Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq 'alaih] [1]

PerkataanNya: "Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya" sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

[10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi."

Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq."


[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad'ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159

22 komentar:

  1. Assalamu alaikum wR. wB.

    Sebenarnya artikel dan buku-buku semacam yang dituliskan di atas, yakni tentang Matahari Mengelilingi Bumi, berdasarkan kajian terhadap ayat-ayat Al-Quran dan hadits TELAH DIBANTAH oleh Prof. Muhammad /ali Al-Soubuni, diterbitkan melalui Darul Kutub al-Islamiyah.

    Bahkan, pengutipan komentar-komentar para syekh, sebagai Syekh bin Baz, nampaknya hanya sekadar mencatut nama beliau saja.

    Jika model-model kajian seperti ini terus dikembangkan, tanpa pendekatan terhadap Al-Quran dan Sunnah secara utuh dan didukung oleh ilmu pengetahuan, maka upaya ini sama saja dengan PEMBODOHAN atas NAMA AGAMA.

    Ingat: Bukan tidak mungkin, gara-gara CARA PERFIKIR YANG SALAH ini terus-menerus dikembangkan, maka akan membuat upaya penyebaran ajaran Islam yang BENAR (sesuai dengan Al-Quran dan Hadits-hadits Nabi saw)menjadi terganggu dan merusak dakwahnya.

    Bukan ayat Al-Quran dan haditsnya yang salah, tapi CARA BERFIKIR manusia penafsirnyalah yang mendistorsi maksud ayat dan hadits Nabi saw yang luar biasa tersebut.

    Cobalah, sesekali datang mengunjungi pusat-pusat riset teknologi, atau contoh-contoh sederhananya, seperti di LIPI Serpong, atau Museum Teknologi TMNI, dll., mungkin antum dkk akan lebih terbuka menyaksikan KEBESARAN AYAT ALLAH melalui alam semesta, dengan pandangan yang lebih QUR'ANI dan SUNNAH yang utuh.

    Wassalamu alaikum wR.

    BalasHapus
  2. kalau artikel ini hanya mencantukan syaikh saja
    coba baca bukunya

    Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
    dan kami tidak hanya mencantumkan nama syaikh tapi kam salin dari kitab di atas

    BalasHapus
  3. emh... cape deh... belum lagi pendapat 'kaum salaf' yang meyakini bahwa bola dunia di atas kepala sapi....

    BalasHapus
  4. @kangmaman
    tolong beritahu saya siapa orang salaf yang mengatakan seperti itu
    dan di kitab mana dia berbica seperti itu

    BalasHapus
  5. Matahari mengelilingi bumi? Ha..ha..ha......

    BalasHapus
  6. Ciri ciri Mu'tazilah adalah "memperTuhankan" Akal. jadi wajar klo tetep ingkar dengan Dalil-dalil yang dirasa bertentangan dengan akalnya.
    maka untuk yang mengaku pengikut Sunnah seharusnya tidak ada lagi halangan untuk mengimani apa yang telah Rasulullah sampaikan, karena beliau tidaklah bersandar melainkan atas petunjuk dari Allah Azza wa Jalla.

    BalasHapus
  7. masalah khilafiah di besar2kan

    BalasHapus
  8. السلام عليكم
    Salam kenal sebelumnya, ana Hari afwan ana hanya memberikan nasihat bagi diri ana pribadi khususnya dan kaum muslimin pada umumnya, bukankah hal tersebut bukan merupakan furu' atau cabang yang tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pendapat antara ulama, toh jikalau mareka memiliki landasan yang berdasar bukankah kita harus berlapang dada sebagaimana perkataan syaikh Muhammad dalam "kitab al-ilmi"nya, dan hendaknya jangan jadikan hal tersebut jurang pemisah antara kita, atau apakah antum sudah mengroscek kepada redaksi majalah "Qiblati" yang menulis tema yang bertentangan dengan pembahasan antum. Semoga Allah meguatkan ukhwah islamiyah kita di dien-Nya yang mulia ini. jazakumullah

    BalasHapus
  9. Maha suci Allah yang mengkaruani manusia dengan AKAL untuk digunakan dengan sebaik-baiknya bertafakkur seperti yang diperintahkan... Maha suci Allah yang telah mengkaruniai manusia dengan Al-Qur'an sebagai hudan dan rahmat untuk setiap orang yang mau tanpa kecuali...
    Apappun yang Allah nyatakan itu PASTI BENAR. Tapi apapun yang kita dapatkan dari hasil proses belajar (semua ilmu pengetahuan baik umum ataupun agama) merupakan pencapaian yang relatif sampai ALLAH membuka tabir hakikat kebenaran yang sesungguhnya ... Allahlah yang mempunyai HAK ABSOLUT untuk memutuskan segala perkara ....
    Ada perkara yang wajib kita tahu, ada perkara yang boleh kita tahu, ada perkara yang tidak perlu kita tahu...
    Ya Allah ajari kami dengan ilmu yang bermanfaat...
    berilah kami kekuatan untuk mengamalkan apa yang telah Engkau ajarkan ...
    jadikanlah kami termasuk orang yang bersujud dan berserah diri kepada-Mu. Amin.

    BalasHapus
  10. Manakah yang benar: Matahari Mengelilingi Bumi ataukah Bumi Mengelilingi Matahari?
    Kepada mereka diantara umat Islam dan selain mereka yang berada di dalam polemik perbedaan dan kontroversial dalam memandang teori Heliosentris dan Geosentris … dengan membela salah satu dari keduanya serta membantah orang-orang yang menyelisihinya …

    ☼ Kepada mereka yang terjebak dalam sikap fanatik demi mempertahankan teori Heliosentris dan melemparkan berbagai hujatan, cacian dan makian terhadap pendukung teori Geosentris tanpa melihat hakikat perbedaaan dan akar persoalan yang sesungguhnya … hingga akhirnya mereka menolak hujjah ilahiyah yang diturunkan dari atas langit ke tujuh pada satu sisi dan menolak pengetahuan sains fisika modern pada sisi yang lain dengan mengatasnamakan kemajuan sains dan teknologi dalam waktu yang sama …..

    Kepada mereka yang mengambil sikap melampaui batas dalam membela teori Geosentris serta membantah para pendukung teori Heliosentris dengan mengataskan Islam … lalu dalam waktu yang sama menolak ilmu pengetahuan sains fisika yang merupakan ayat-ayat KauniyahNya … dan yang tidak akan mungkin bertentangan dengan ayat-ayat kalamNya… tanpa berusaha mempelajari dan mendalami sains fisika lalu melihat letak akar persoalan yang sebenarnya …

    Kepada mereka yang mengambil sikap diam… masih dalam kebingungan dan keraguan atau karena masa bodoh dan tidak peduli terhadap persoalan… oleh karena menganggapnya sebagai permasalahan klasik yang tidak perlu dibahas, diperdebatkan atau dibesar-besarkan dan tidak perlu pula untuk di gencarkan dan disebarluaskan diantara manusia…

    Kepada mereka karya ini kami persembahkan hanya dengan mengharap ridho Alloh ’Azza Wa Jalla semata … dan dengan do’a agar semoga dengannya dapat menjadi penjelas bagi yang masih ragu dan penerang bagi yang masih bimbang dengan seidzinNya… dalam menemukan akar persoalan dan hakekat permasalahan yang sesungguhnya tentang teori Heliosentris dan Geosentris … Amien
    Silahkan buka lebih lanjut: Facebook: Teori Absolutivitas

    BalasHapus
  11. @ Abu Zahid

    Matahari Mengelilingi Bumi

    Penulis : Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf
    Penerbit: Pustaka Al Furqon

    Telah berabad-abad diajarkan kepada manusia, termasuk sebagian muslimin di setiap tingkat pendidikan, dari tingkat dasar sampai universitas bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari satu kali dalam satu tahun yang disebut dengan revolusi bumi, dan juga bumi berputar dengan porosnya sekali dalam sehari semalam yang mengakibatkan seakan-akan matahari bergerak dari timur ke barat setiap harinya.
    Apakah ini sebuah kebenaran yang mesti kita yakini ataukah selama ini berada dalam sebuah kebohonan ilmiyah?
    Apakah memang bumi yang mengelilingi matahari ataukah malah sebaliknya bumi sebagai pusat jagat raya, sedangkan semua benda langit – termasuk matahari – mengelilingi bumi?
    Tunggu dulu wahai saudaraku, jangan engkau bantah dulu pernyataan diatas dengan hawa nafsumu dan akal semata, yang telah cukup lama terdoktrin dalam keyakinanmu bahwa bumi mengelilingi matahari…
    Inilah buku yang memberikan pandangan ilmiyah islamiyah kepada kita, menyingkap kabut tebal yang sudah lama menutupi sinar kebenaran yang terpancar dari Al Quran dan as Sunnah serta ucapan para ulama Salaf.
    Sebagian Pembahasan:
    Bab 1: Kewajiban Tunduk Kepada Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya
    Bab 2: Akal Sehat Tidak Akan Bertentangan Dengan Nash yang Shohih dan Shorih
    Bab 3: Realita Tidak Akan Bertentangan Dengan Nash yang Shohih dan Shorih
    Bab 4: Bumi dan Langit Bulat
    Bab 5: Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah Kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Kesepakatan Para Ulama
    Bab 6: Jangan pertahankan teori bumi mengelilingi matahari!!!
    Bab 7: Syubuhat dan Bantahannya
    Bab 8: Sebuah Nasehat Bagi yang Masih Punya Hati

    BalasHapus
  12. @6631948421216899309.0

    Sebenarnya ini cuma soal persepsi. Pergeseran sudut pandang akan menghasilkan dua hal yang sama sekali berbeda.

    Kalau dilihat dari bumi, posisi bulan dan matahari tampak selalu berubah. Gerakan bulan ditandai dengan perubahan fase selama 29 hari, dari sabit, separo, sampe purnama, dan kembali menjadi sabit. Sedangkan gerakan matahari selama 365 hari ditandai dengan perubahan posisi saat ia terbit dan tenggelam. Sepanjang setahun, ia nampak terbit dari selatan, tengah, utara, lalu kembali lagi.

    Tapi gerakan-gerakan itu harus disertai dengan catatan: orbit bulan mengelilingi bumi terjadi karena gerakan bulan yang sesungguhnya. Sedangkan "orbit semu" matahari mengitari bumi terjadi karena gerakan bumi mengelilingi matahari namun dengan bumi sebagai titik acuan memandang.

    Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin: 40)


    http://notes.kuplit.com/2012/02/retrograde-motion.html

    BalasHapus
  13. @AbuZahid
    “Jika amanah disia-siakan, tunggu saat kehancurannya!” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud menyia-nyiakan amanah itu?” Nabi saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya!” (HR. Al Bukhari)

    BalasHapus
  14. Bukankah Ibnu Abbas radhiyallahu anhum telah menafsirkan bahwa matahari mengelilingi bumi seperti gerakan memintal benang. Coba perhatikan cara memintal benang? Bukankah selain berputar ia juga bergerak kekiri dan ke kanan. Jikalah kita memintal benang hanya berputar saja,maka gulungannya tidak akan rapi. Jika matahari berputar tidak condong ke utara-selatan-utara-selatan apa yang terjadi? Bumi di garis peredaran matahari/garis katulistiwa akan kering dan sangat panas. Sedangkan daerah diluar katulistiwa akan sangat dingin atau beku seperti dikuub utara dan selatan. Bukankah dalil yang shahih dapat digabungkan dengan akal yang shahih pula?

    BalasHapus
  15. Abu Haitsam

    Saya telah membaca berulang-ulang buku Matahari Mengelilingi Bumi berikut mencoba memahami dalil-dalinya. Dari hasil tersebut saya mengimani teori geosentris, akan tetapi dengan pemahaman yang agak sedikit berbeda dan saya butuh pencerahannya, pemahamannya sebagai beriku :
    1. Bumi Diam = tidak berguncang (bukan tidak berputar) : dikarenakan adanya gunung-gunung sebagai balancing/penyeimbang, maka ketika Bumi berputar pada porosnya maka perputaran tersebut tidak membuat Bumi berguncang.
    2. Kenapa Bumi berputar pada porosnya, itulah kehendak Allah agar terjadi siang dan malam berikut kebaikan yang lainnya, kalau bukan Bumi yg berputar pada porosnya maka bisa dipastikan jagad raya ini mengelilingi Bumi dalam waktu 1 hari, dengan kecepatan yg sangat luar biasa dan hal itu akan menyulitkan cara menghitung semua pergerakan benda langit, dan akan meruntuhkan beberapa teori hukum astronomi dan dampak yg lainnya.
    3. Dikarenakan aktifitas mahluk dipermukaan Bumi yang bergerak dari satu wilayah ke wilayah yang lain, sehingga dapat membuat ketidak seimbangan bagian selatan dengan Utara Bumi, dari sinilah fungsi gunung sebagai balancing yang berjalan seperti awan yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah (persamaannya bisa jadi bukan pada kecepatannya).
    4. Matahari selain berputar pada porosnya juga berputar mengelilingi Bumi (menggelinding) dalam periode 1 tahun (bukan 1 hari). Jarak tempuh matahari dalam 1 jam ketika mengelilingi Bumi : (1 : 365) x (1 : 24) x (2 x 3.14 x jarak matahari).
    5. Seandainya matahari punya satu sisi yang disebut wajah, maka pada satu area di Bumi dimana Matahari tepat diatasnya (pukul 12.00)yang merupakan area yg berseberangan 180 derajat dengan Kota Mekah dari bulatan Bumi (di area samudera Atlantic), kemungkinan saat itulah wajah Matahari mengarah/menghadap ke Arsy dan bersujud sesuai ketentuan Allah selanjutnya Allah berkehendak pada Matahari untuk menggelinding kearah Barat atau Timur, jadi bukan Mataharinya yang pergi ke Arsy demikian yg saya pahami.
    6. kenapa di area Samudera Atlantic, karena Ka’bah merupakan titik pusat arah Sholat begitu pula merupakan titik pusat waktu , posisinya di 39 derajat Bujur Timur dari Greenwich, jadi diposisi yg berlawanannya adalah 141 derajat Bujur Barat dari Greenwich yakni diarea Samudra Atlantic (la ghorbi la syarki)

    BalasHapus
  16. Nugra Akzatama2 Oktober 2012 04.51

    bknx mmg mtahari n bulan sm2 ad gris edarx ya, bulan mnglilingi bumi, bumi mnglilingi mtahari, mtahari bkn mnglilingi bumi tpi mnglilingi pusat galaksi bima sakti, sya rasa tidak brtntangan jg dgn Quran n bukti ilmiah klo dcerna baik2 kduax, ya kan??

    BalasHapus
  17. Assalamu'alaykum WR WB!,

    Okelah kalo memang matahari itu mengelilingi bumi, ketahuilah itu semua hanyalah doktrin karangan Utsaimin, jika Anda ingin mempercayainya yah itu terserah Anda kalo Anda memang orang yang taqlid pada doktrin karangan Utsaimin.

    Itu hanyalah doktrin, Tuan/Nyonya, jangan pernah antum besar-besarkan, karena demi Allah kenyataannya tidaklah seperti doktrin Utsaimin dan para penyembahnya itu.

    Tapi okelah, kalo memang itu pemahaman antum, up to you.
    Tapi sekarang aku mau tanya beberapa pertanyaan pada Anda dan harap dijawab!!!

    Kalau memang matahari itu mengelilingi bumi ...

    1] ... Lantas kenapa bisa terjadi gerhana bulan n gerhana matahari? Bukankah gerhana itu terjadi karena bayang-bayang semata?

    2] ... Lantas dimanakah matahari sewaktu malam hari? Dan dimanakah bulan sewaktu siang hari?

    3] ... Lantas kenapa bisa terjadi badai matahari? Terus kenapa badai mataharinya apinya tidak menyembur-nyembur muncrat ke planet bumi dari dulu? Bukankah dengan matahari bergerak-gerak mengelilingi bumi, maka sudah dari dulu percikan-percikan api matahari melayang-layang di angkasa?

    4] ... Lantas apakah matahari berjalan di jalur orbit yang sama dengan perjalanan bulan?

    5] ... Lantas apakah bentuk matahari lebih kecil daripada planet bumi? Kalau memang benar bahwasanya bentuk matahari itu lebih kecil daripada bumi, bukankah anda tau bahwa penglihatan manusia itu selalu terlihat membesar ketika dari kedekatan dan mengecil ketika dilihat dari kejauhan? Kalau anda memang tahu bahwa jarak antara matahari dengan bumi itu berjauhan, maka matahari terlihat kecil dari kejauhan, nah sekarang kalo mataharinya didekati apakah akan tetap terlihat kecil sebesar kelereng?

    6] ... Lantas bintang-bintang; meteorit; asteroit; and komet juga mereka semuanya mengelilingi bumi? Kalo memang benar, lantas apakah anda meneropong langsung bahwa semua bintang-bintang beredar mengelilingi bumi?

    7] ... Lantas bagaimanakah dengan adanya gaya gravitasi? Kalo memang matahari dan bulan kejar-kejaran mengelilingi bumi, lantas apakah matahari dan bulan pun memiliki gaya gravitasi?

    8] ... Lantas apakah anda tahu bahwa adanya perbedaan waktu di muka bumi ini?

    9] ... Lantas apakah Utsaimin pernah meneropong dengan alat teropong (teleskop) ke angkasa untuk membuktikan kebenarannya?

    Wahai Wahabi, berfikirlah yang logis, jangan pernah taqlid terhadap orang yang tak memiliki wawasan di bidang tertentu, contohnya di bidang astronomi.

    Utsaimin bukanlah orang yang berpengetahuan di bidang astronomi, tidaklah pantas kita membenarkannya!

    Tapi itu semuanya, UP TO YOU!!!

    BalasHapus
  18. Coba deh ke kutub utara dimana ketika musim panas, matahari tidak terbenam selama berbulan-bulan. perhatiin mataharinya.. jika seandainya benar matahari dalam 24 jam berputar cepat mengelilingi bumi, kenapa di daerah kutub sana kok berbeda?

    BalasHapus
  19. Yang Tidak Percaya Dalil Qur'an apalagi menertwakan, semoga di beri ampunan sebelum mati ..... "Matahari Memang Mengelelilingi Bumi" .. Coba lihat debat Dzakir Nite dengan Penginjil ...

    BalasHapus
  20. Bahwasanya siapa yang mndukung teori Heliosentris pmilik orang2 kafir, maka ia bukanlah orang Islam dan bukan pengikut Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam...

    TITIK !

    BalasHapus
  21. Sesuatu yang di pegang bukan oleh ahlinya maka tunggu kehancuranya.,,,,

    ulama,ulama,ulama ,,al qur,an itu untuk apa garang,?,,
    jawabnya untuk diri -diri manusia,,,
    al qur an itu menggunakan bahasa apa garang ?...
    al qur,an itu bahasa allah,,,jadi kalau engkau berdebat,,sementara engkau tak paham bahasa allah gimana mau tuntas,,,bila engkau meng iqro alqur,an ke luar diri ya itu akibatnya jadi sesat.
    di dalam diri itu ada matahari,ada bulan,ada bintang,,,,dll,,jadi kanallah dirimu drngan iqro yang bener dulu ,,,ilmu saint dan ilmu alqur,an itu terbalik tafsirnya gan,,,

    kalau engkau memahami ke dalam dirimu maka MATAHARI MENGELILINGI BUMI ITU BENAR SEKALI,,,kalau engkau DENGAN bahasa eksata yang sandaranya indera luar ( mata kepala )
    maka bumi wajib mengelilingi matahari,,,EKSATA ITU DUNIA ,SEMENTARA FILSAFAT ITU BAHASA DALAM ,,,SATU NYATA ALATNYA ,SATU TIDAK NYATA ALATNYA TETAPI KEBERUNTUKANYA BERBEDA BEDA GAN,,,

    BalasHapus

Copyright © 2013 Artikel As-Sunnah.